Kamis, 25 Desember 2014

Bonus Demografi Dalam Menghadapi AEC


Akhir akhir ini sering di dengar pada tahun 2020-2030 Indonesia akan mendapatkan sebuah bonus yaitu bonus demografi dan Indonesia juga akan memasuki masa Masyarakant Ekonomi Asia (MAE) atau biasa disebuat dengan Asean Economic Community (AEC) pada tahun 2015. Sebenarnya apasih arti dari bonus demografi dan AEC ini?
Bonus demografi adalah keadaan dimana jumlah penduduk usia produktif (15 tahun – 64 tahun) lebih banyak daripada usia non-produktif sehingga diperkirakan angka ketergantungan mencapai titik terendahnya. Tetapi apabila bonus demografi ini tidak dipersiapkan dengan matang maka akan angka ketergantungan ini akan mencapai titik tertingginya.
Sedangkan AEC adalah sebuah kesepakatan komunitas negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN demi terwujudnya ekonomi dan kerjasama regional yang terintegrasi secara terarah. AEC dibentuk setelah krisis ekonomi yang melanda khususnya kawasan Asia tenggara, Terbentuknya AEC diharapkan akan bisa mengatasi masalah-masalah dalam bidang perekonomian antar negara ASEAN. Jangan sampai kasus krisis ekonomi seperti di Indonesia pada tahun 1997 dulu terulang kembali.
Adapun peluang yang didapatkan Indonesia dalam menghadapi AEC ini adalah
1.      Dalam bidang social, yaitu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,
2.      Dalam anggaran negara, yaitu dapat meningkatkan pendapatan negara dan devisa yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur dalam negeri yang masih kurang baik,
3.      Ketenagakerjaan, maksudnya yaitu dengan adanya AEC dapat membuat asing menanamkan modalnya di Indonesia dan membuka lapangan pekerjaan besar-besaran untuk masyarakat Indonesia,
4.      Budaya, yaitu dengan AEC Indonesia dapat memamerkan budaya Indonesia yang banyak kepada asing sehingga dapat menarik wisatawan datang ke Indonesia dan menjadikan banyak kota di Indonesia menjadi kota pariwisata sehingga dapat menambah devisa Indonesia,
5.      Pasar dalam negeri, yaitu dengan bonus demografi otomatis jumlah pekerja akan semakin banyak sehingga akan meningkatkan produk yang ada di dalam negeri.
Adapun tantangan yang harus dihadapi untuk mengubah peluang tersebut menjadi kenyataan bagi Indonesia adalah sebagai berikut
1.      Infrastruktur, untuk mendapatkan peluang tersebut Indonesia harus membenahi infrastruktur baik ekonomi, pemerintahan dan sarana serta prasarana,
2.      Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pemerintah harus mendorong atau mendukung UMKM. Hal ini karena telah terbukti bahwa UMKM merupakan usaha yang tahan banting terhadap krisis,
3.      Pertanian. Telah diketahui bahwa Indonesia merupakan negara dengan sumber daya alam (SDA) yang melimpah sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat, jadi untuk memanfaatkannya diperlukan perbaikan dalam bidang pertanian seperti pembaharuan mesin-mesin pertanian. Hal ini agar dalam produksi pertanian Indonesia tidak menimbulkan biaya yang tinggi serta pengadaan produksi pertanian dapat cepat terjadi,
4.      Sumber Daya Manusia (SDM). Adanya bonus demografi akan terasa sia-sia apabila tidak disertai dengan perbaikan SDM Indonesia. Apabila SDM tidak diperbaiki, maka Indonesia akan menjadi sasaran empuk bagi negara asing karena tenaga kerja di Indonesia akan menjadi sangat murah. Hal ini bukannya dapat meningkatkan kesejahteraan tetapi dapat menurunkan kesejahteraan
Dalam menghadapi bonus demografi dan AEC ini, semua pihak haruslah turut ambil peran baik pemerintah maupun masyarakat. Adapun peran yang harus dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat yaitu
·         Pemerintah
-          Memaksimalkan anggaran untuk pendidikan dan kesehatan
-          Mengupayakan ketersediaan lapangan pekerjaan
-          Mendorong tumbuh kembang industri kreatif terutama untuk usaha bagi ibu rumah tangga (IRT)
-          Membuat kebijakan yang tepat
·         Masyarakat
-          Merealisasikan arti pentingnya pendidikan
-          Menumbuhkan jiwa kewirausahaan dalam diri masing-masing individu
-          Merubah paradigm bahwa perempuan harus tinggal di dalam rumah saja.

Kenapa semua hal itu itu mendesak kita lakukan? Balik lagi, persis seperti dibilang Elvis: Kalau kita tak melakukannya sekarang, kita akan kehilangan kesempatan sekali dalam seabad. Ingat Elvis: “now or never!” Dapat sekarang atau tidak untuk selamanya.
Reaksi:
Categories:

0 komentar:

Poskan Komentar