Kamis, 25 Desember 2014

Adakah Karma Itu?


Pernahkah kamu merasakan sesuatu seperti ini: ketika dahulu kamu selalu mengejek atau menghina orang lain dan sekarang entah mengapa, tidak tau sebabnya malah kamu yang menjadi seseorang yang diejek dan dihina tersebut? Mungkin, sebagian besar diantara kalian pernah mengalami hal seperti ini. Nah banyak kalangan menyebut kasus seperti ini dengan hokum karma.
Kata karma memang tidak asing lagi ditelinga kita. Banyak yang bilang seperti ini “hati-hati loh nanti kamu kena karma” dari perkataan seperti inilah muncul pertanyaan “sebenarnya ada tidak sih karma itu? seperti apa karma itu?”
Kata “Karma” berasal dari ajaran budha yang berarti hokum sebab-akibat moral. Agama budha meyakini bahwa jika seseorang ingin mencapai Nirwana (surga) mereka harus membayar semua dosa-dosa yang telah mereka perbuat dengan cara diberikan kesempatan kedua yang bernama karma, yaitu terlahir kembali ke dunia dan menemui masalah yang sama untuk melihat apakah mereka sungguh-sungguh ingin membayar dosanya atau tidak. Selain itu, pemahaman tentang karma adalah meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup manusia adalah akibat perbauatan manusia itu sendiri.
Nah menariknya di Indonesia, pengertian karma ini berkembang menjadi sebuah hukuman bagi seorang pelaku kejahatan. Jadi, pengartiannya bahwa karma hanyalah balasan bagi orang-orang yang melakukan kejahatan saja. Oleh karena itu, kita tidak pernah mendengar perkataan seperti ini “eh kamu hati-hati kalau berbuat baik sama dia, nanti kamu kena karma
Kalau menurut penjelasan diatas, pasti timbul pertanyaan “jadi seharusnya kita harus percaya adanya karma atau tidak?”  sebenarnya kita boleh saja percaya bahwa karma itu ada, karena dengan meyakini adanya karma kita dapat selalu berbuat baik kepada orang lain dengan harapan kita terkena ibasnya yaitu diperlakukan baik juga. Tetapi itu semua sebenarnya adalah bagian dari misteri Tuhan, manusia hanya diberi keterbatasan untuk mengetahui kenyataannya, karena kalau manusia memahaminya maka itu bukanlah sebuah misteri Tuhan lagi, dengan manusia dapat menebak alur cerita hidupnya membuat dunia pastinya takkan ramai dengan hiruk pikuknya orang jahat, karena orang jahat akan takut berbuat. Sehingga hidup didunia tidak lah ada “greget”-nya lagi.
Jika sekarang ini, kamu banyak menerima masalah didunia. Maka, hendaknya kamu merenung, apa yang telah kamu perbuat selama ini. Kemudian, belajarlah bersikap bersyukur menerima kenyataan hidup dan teruslah berusaha memperbaiki diri untuk menutupi segala kekurangan-kekuranganmu dan perbanyaklah ibadah.

Maka jadikanlah istilah “Karma” ini sebagai acuan hidup, agar kita selalu berbuat kebaikan seperti yang diajari para pemuka agama dan janganlah pernah menghitung jumlahnya atau ingin segera mengetahui hasilnya.  Jalani saja hidup apa adanya dan selalu bersyukur.
Reaksi:
Categories:

0 komentar:

Poskan Komentar