Rabu, 14 Agustus 2013

Remaja dan Tindakannya

         

           Berbicara tentang remaja selalu mendapatkan tanggapan yang beranekaragam. Banyak yang bilang bahwa pergaulan remaja sekarang sangatlah berbeda jauh dengan pergaulan remaja pada masa-masa 80-an dan 90-an.
Kehidupan remaja saat ini sangatlah kompleks Remaja saat ini lebih bebas dalam mengekspresikan diri, mengungkapan perasaan tanpa sembunyi-sembunyi dan malu seperti dulu. Mereka mengungkapkan kemarahan, kesedihan dan kegembiraan dengan kata-kata yang terucap secara langsung tanpa basa-basi dan memikirkan perasaan orang lain serta dampaknya. Bahkan, ada yang dengan santainya mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap ayah dan ibunya.
Pemandangan seperti halnya bergandengan tangan, merangkul, berpelukan bahkan sampai berciuman sudah sering dilakukan oleh remaja di tempat-tempat umum. Biasanya pemandangan seperti ini ditemukan di pusat perbelanjaan dan ditempat-tempat yang menyediakan berbagai macam wahana. Bagi orang tua peristiwa seperti ini sangatlah mengejutkan dan membuat mereka merasa khawatir. Orang tua takut anaknya akan terjerumus ke hal negative dan khawatir apabila orang tua terlalu overprotective dalam mendidik anak dapat membuat anak cenderung memberontak dan bersikap jauh lebih keras dan membuat pertikaian antara orang tua dan anak. Jadi, disini orang tualah yang posisinya serba salah. Tetapi, kebanyakan para remaja tidak tau seberapa besar pengorbanan orang tuanya demi mereka.
Hal diatas ini yang membuat kesan terhadap diri remaja cenderung negative. Diperparah lagi  dengan sering terjadinya berbagai macam tawuran antar pelajar, balapan liar, berbagai tindakan criminal, pornografi dan pergaulan bebas. Peristiwa-peristiwa negative ini tidaklah serta-merta langsung terjadi pada diri remaja, pasti ada berbagai factor yang menyebabkan hal tersebut diataranya:

Factor Teman
          Teman adalah lingkungan terdekat seorang remaja. Mental remaja dapat terpengaruhi dari lingkungan permainannya. Apabila teman-temannya melakukan berbagai macam hal negative, maka remaja cenderung mengikuti apa yang dilakukan oleh temannya. Karena remaja biasanya ingin menjadi bagian dari teman-temannya.

Factor budaya asing
        Media massa memiliki peran besar dalam pembentukan karakter remaja. Karena tayangan-tayangan film atau sinetron yang berceritakan tentang pergaulan kota metropolitan atau berbagai macam tentang pergaulan dunia barat yang cenderung bebas dapat mempengaruhi pikiran remaja. Karena remaja cenderung menirukan apa yang mereka lihat. Masuknya budaya asing pada saat ini sangatlah mudah, hal ini karena kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan adanya internet dapat mempermudah remaja mengakses budaya luar negri, karena menurut para remaja dengan menirukan budaya luar negri dapat membuat mereka terlihat lebih gaul dihadapan teman-temannya tanpa memperdulikan baik buruknya budaya tersebut.

Factor keluarga
           Hal ini karena keluarga merupakan lingkungan yang paling dekat dan yang pertama bagi remaja. Perbuatan negative remaja dapat diakibatkan oleh orang tua yang sedang berkonflik. Dan dapat membuat anak marah dan melampiaskannya ke berbagai hal negative. Kemudian, tidak sedikit pula orang tua yang terlalu sibuk bekerja sehingga melupakan waktu bersama anak dan membuat hubungan antara orang tua dan anak menjadi kaku. Hal ini membuat remaja kekurangan perhatian sehingga mereka membuat berbagai macam perbuatan ‘onar’ agar mendapatkan perhatian dari orang tuanya.  

      Faktor-faktor diatas sangatlah rawan dalam mempengaruhi remaja karena remaja merupakan usia transisi ketika seseorang mulai memasuki masa puber. Masa remaja adalah masa ketika remaja sedang dalam proses mencari jati diri, mencoba sesuatu yang baru dalam dirinya. Remaja cenderung bersikap anti kritik dan membangkang. Itulah sebabnya mengapa remaja dapat dengan mudah terjerumus ke berbagai hal negative.
     Memang factor lingkungan merupakan hal yang paling besar pengaruhnya dalam pembentukan karakter remaja. Tapi mengenal lingkungan juga merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam masa remaja. Para remaja ingin mengenal banyak orang dari berbagai lingkungan. Hal ini sebenarnya tidak lepas dari proses pencarian jati diri semata tetapi juga rasa ingin tau yang besar yang terdapat pada diri remaja. Orang tua tidak bisa menghindari ini karena  apabila anak terlalu dikekang mereka akan merasa sedih dah merasa terkekang. Tapi apabila pergaulan terlalu dibebaskan, dapat berbahaya bagi diri mereka sendiri.
Maka dari itu, orang tua harus memperlakukan anak selayaknya teman. Tetapi, tidak berarti orang tua harus bergaya dengan mengikuti mode pakaian yang tengah trend di kalangan remaja. Menjadi teman baik maksudnya adalah menjalin komunikasi dengan baik, memberi kepercayaan, dan ajaran-ajaran tentang kebaikan. Dan dengan adanya kurikulum baru di sekolah yang sangat mengutamakan pendidikan karakter siswa, dapat membatu orang tua dalam mendidik anaknya dalam menemukan jati diri yang tepat.
Jadi inti dari semua ini sebenarnya adalah yang terpenting komunikasi dan pengajaran yang terarah dari orang tua sendiri dan ditambah sekolah yang merupakan tempat sehari-hari anak bernaung. Informasi tentang apa yang seharusnya mereka lakukan dengan teman-teman dan apa efek dari yang mereka lakukan juga harus disampaikan. Agar mereka mengerti bahwa yang orang tua lakukan sebenarnya adalah yang terbaik untuk mereka. 
Reaksi:
Categories: ,

0 komentar:

Poskan Komentar